smesindo consulting

Masalah UMKM

Problem - Solution

Masalah UMKM di Indonesia saat ini adalah aspek sumber daya manusia, aspek pembiayaan, aspek operasional, aspek pemasaran, dan aspek teknologi dan inovasi. Solusi atas kendala-kendala tersebut salah satunya adalah dengan keberadaan konsultan manajemen UMKM, dimana fungsi peran konsultan akan sangat membantu perkembangan UMKM dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi UMKM.

Dengan kompetensi dan pengalaman yang dimiliki, konsultan dapat melakukan sharing knowledge melalui penyusunan strategic plan, penyusunan standar prosedur operasional, penyusunan laporan keuangan, riset bisnis, dan pemasaran melalui website dan media sosial.

SMEs Indonesia Consulting hadir untuk pelaku UMKM yang menginginkan pertumbuhan usaha lancar dan sesuai tujuan.

  1. Aspek Sumber Daya Manusia

Intelligence assets merupakan aspek strategis dalam sebuah usaha. Aspek tersebut berasal dari kemampuan dan kompetensi sumber daya manusia yang dimiliki. Keahlian sumber daya manusia yang dimiliki akan meningkat jika mampu mengupgrade pengetahuan bidang yang sedang ditekuninya melalui proses belajar yang terus menerus. Proses belajar tersebut dapat diperoleh dalam aktivitas sebagai berikut :

  • Pengalaman kerja
  • Pelatihan, pendidikan dan seminar/workshop
  • Forum diskusi
  1. Aspek Pembiayaan

Modal menjadi salah satu kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha UMKM, dengan modal usaha yang terbatas akan mengambat UMKM dalam mengembangkan usahanya. Pembiayaan dapat diperoleh UMKM melalui pendanaan dari bank, lembaga pemerintah, dan swasta. Untuk mendapatkan akses pembiayaan tersebut, UMKM setidaknya dapat memenuhi beberapa kriteria antara lain :

  • Legalitas usaha
  • Laporan keuangan

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden no.98 tahun 2014 tentang perizinan usaha mikro dan kecil disebutkan bahwa salah satu tujuan pemberian aspek legalitas usaha/perizinan adalah untuk mendapatkan akses permodalan dari perbankan maupun lembaga keuangan lainnya. Perizinan tersebut diberikan kepada pelaku usaha mikro dan kecil tanpa dipungut biaya karena telah dibebankan di APBN dan/atau APBD.

Selain legalitas usaha, persyaratan lain yang lazim digunakan adalah laporan keuangan yang terdiri dari arus kas, neraca, dan laba rugi. Dengan memiliki laporan yang terstruktur dan rapi maka stakeholder dapat mengetahui kapasitas dan kesehatan usaha yang sedang dijalankan. Pencatatan keuangan yang baik akan membantu pemilik usaha untuk mampu menyusun strategi usaha berdasarkan kondisi keuangan usaha tersebut. Kemudahan akan didapatkan apabila akan mengajukan pembiayaan kepada perbankan/lembaga keuangan lainnya. Konsultan UMKM dapat membantu memberikan solusi atas permasalahan mendasar ini, sehingga SMEs Indonesia Consulting berkomitmen untuk membantu melalui konsultasi penyusunan laporan keuangan dengan harga terjangkau.

  1. Aspek Operasional

Kendala UMKM lainnya yang sangat mempengaruhi aktivitas bisnis adalah aspek operasional. Efektifitas dan efisiensi proses produksi atau operasional akan sangat berpengaruh terhadap beban usaha, sehingga apabila UMKM ingin mengurangi atau menghemat anggaran beban usaha maka UMKM tersebut harus mampu mengelola kegiatan bisnisnya dengan baik melalui penerapan standar prosedur operasional. Standaf prosedur operasional menyesuaikan dengan kompleksitas kegiatan bisnis usaha suatu UMKM.

Standar prosedur operasional yang efektif dan efisien adalah memperhatikan tingkat kompleksitas usaha yang dijalankan. Mengingat bahwa proses bisnis menjadi perhatian utama, maka harus dikelola dgn baik melalui pendelegasian tugas pada setiap tahapan proses.

Pendelegasian tugas dan wewenang tersebut dalam sebuah standar prosedur operasional diwujudkan dalam bentuk format RACI, yaitu :

  • R (responsible), adalah seseorang yang bertanggung jawab langsung terhadap pelaksanaan suatu tahapan proses bisnis.
  • A (accounted), adalah seseorang yang bertanggung jawab memastikan pelaksanaan suatu tahapan proses bisnis yang dilaksanakan oleh pihak yang termasuk dalam kategori responsible (R).
  • C (Consulted) adalah pihak yang memiliki kapasitas dan kemampuan untuk memberikan saran dan masukan.
  • I (informed) adalah pihak yang menerima laporan atas pelaksanaan kegiatan suatu tahapan proses bisnis.

Pelaksanaan operasional sesuai dengan standar hendaknya mengikuti kaidah SIPOC (Supplier, Input, Process, Output, Customer). Dengan menggunakan pendekatan SIPOC, pelaku usaha dapat, memetakan setiap tahapan proses secara terperinci dan berurutan. Operasional usaha akan mencapai efektifitas dan efisiensi apabila pelaku dapat mengoptimalkan alur proses bisnis dengan memprioritaskan tahapan2 utama dan meminimalisir tahapan yang tidak produktif.

Penjelasan secara rinci terkait SIPOC adalah :

  • SUPPLIER – pihak yang menjadi pemasok data/kegiatan pendahuluan sebelum aktivitas tersebut ditindaklanjuti oleh unit kerja yang bersangkutan untuk dilanjutkan ke tahapan input.
  • INPUT – data dan atau kegiatan yang dibutuhkan untuk menjadi sumber kegiatan proses utama.
  • PROCESS – aktivitas utama yang dilakukan oleh unit kerja untuk menghasilkan suatu produk barang / jasa.
  • OUTPUT – keluaran yang dihasilkan dari aktivitas proses utama yang dipersiapkan untuk disampaikan kepada customer.
  • CUSTOMER – pihak yang menerima dan menikmati produk barang/jasa yang telah dihasilkan.

Sumber gambar : http://www.citydirectory.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page not found - Sweet Captcha
Error 404

It look like the page you're looking for doesn't exist, sorry

Search stories by typing keyword and hit enter to begin searching.