Kriteria UMKM

calculator-178127__180

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berikut adalah definisi dan kriteria Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Usaha Menengah.

  1. Usaha Mikro

Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Kriteria Usaha Mikro :

  • Asset : Maks. 50 Juta
  • Omzet : Maks. 300 Juta

  1. Usaha Kecil

Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Kriteria Usaha Kecil :

  • Asset : > 50 Juta – 500 Juta
  • Omzet : > 300 Juta – 2,5 Miliar
  1. Usaha Menengah

Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Kriteria Usaha Menengah :

  • Asset : > 500 Juta – 10 Miliar
  • Omzet : > 2,5 Miliar – 50 Miliar

Tabel Kriteria UMKM

kriteria-ukm 2008

 

Klasifikasi UMKM tersebut menunjukkan bahwa dalam mendirikan sebuah usaha memerlukan perencanaan dan pengelolaan yang matang mengingat untuk dapat menjadi perusahaan besar harus melalui beberapa kelas. Selain itu pertumbuhan dan perkembangan usaha dapat diukur dari aset dan omzet usaha, aset dapat terdiri dari aset lancar dan tidak lancar sedangkan omzet usaha merupakan pendapatan usaha dalam waktu tertentu sebelum dikurangi modal usaha. Dalam mengajukan pembiayaan ke perbankan dan lembaga keuangan mikro, sebuah usaha dapat dinilai kelayakan usahanya berdasarkan kategori ini. Disamping itu dengan adanya kriteria UMKM ini maka sebuah usaha harus memiliki pencatatan dan laporan keuangan yang rapi dan terstruktur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *